PEMANFAATAN JERAMI PADI (Oryza sativa), BONGGOL PISANG (Musa paradiciata) DAN URIN KAMBING UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DENGAN PENAMBAHAN BEKA DEKOMPOSER

Abdun Nasir Al Amin, A. Zainul Arifin, Sulistyawati Sulistyawati

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengetahui manfaat jerami padi, bonggol pisang dan urin kambing dalam pembuatan pupuk organik dengan penambahan BeKa dekomposer. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan, Kota Pasuruan, Jawa Timur pada ketinggian 5 mdpl pada bulan April sampai Juni 2020. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan berupa perbandingan antara jerami padi (bagian) : bonggol pisang (bagian) dan urin kambing (ml), sebagai berikut P1 = 2 : 1 : 100; P2 = 2 : 1 : 200; P3 = 2 : 1 : 300, P4 = 2 : 2 : 100; P5 = 2 : 2 : 200; P6 = 2 : 2 : 300; P7= 2 : 3 : 100; P8 = 2 : 3 : 200; dan P9 = 2 : 3 : 300. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam, apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji BNJ 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan jerami padi, bonggol pisang dan urin kambing dengan penambahan BeKa dekomposer menghasilkan pupuk organik yang tepat pada komposisi dengan 2 bagian jerami padi dan 2 bagian bonggol pisang dengan penambahan 200 ml urin kambing yang ditambahkan BeKa dekomposer (P5) dengan hasil rata-rata pada pengamatan pH 7.0, aroma seperti tanah dan warna kehitaman. Pengaplikasian pupuk P5 yang dilakukan terhadap tanaman pacar air menunjukkan tanaman tersebut berdiri tegak, memiliki daun yang banyak sehingga tanaman tersebut terlihat lebih segar dari pada tanaman yang lainnya.

Kata Kunci : Pupuk Organik, Jerami Padi, Bonggol Pisang, Urin Kambing, dan BeKa Dekomposer.


Full Text:

PDF

References


Azzamy. 2015. Unsur Hara Kalium dan Fungsinya. http//www.mitalom.com/unsur-hara-kalium-dan-fungsinya/. Diakses pada tanggal 20 Juli 2020.

Gaur. A.C. 1982. Improving Soil Fertility Trough Organic Recycling A. Manual of Rural Composting Project Field Document No. 15 FAO/UNDP Regional Project RAS/75/004.

Isroi. 2013. Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pupuk Organik In Situ Untuk Memenuhi Kebutuhan Pupuk Petani. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. 1(1):7-12.

Jainurti, E. V. 2016. Pengaruh Penambahan Tetes Tebu (Molasses) pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.). Universitas Santa Dharma. Yogyakarta.

Maradhy, E., 2009. Aplikasi Campuran Kotoran Ternak Dan Sendimen Mangrove Sebagai Aktivator Pada Proses Dekomposisi Limbah Domestik. Tesis. Pasca Sarjana Universitas Hasanudin. Makassar.

Munadjim. 1983. Teknologi Pengolahan Pisang. Jakarta. PT. Gramedia.

Peraturan Menteri Pertanian. 2011. Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah.

Pertiwi, Benih. 2016. Mengenal C/N Ratio Untuk Pengomposan Bahan Organik. Https://Benihpertiwi.Co.Id/Mengenal-Cn-Ratio-Untuk-Pengomposan-Bahan-Organik/#.x3unksvzhqa diakses pada 1 Juli 2020.

Sitorus, M.R., T. Irmansyah, dan F.E.T. Sitepu. 2015. Respons Pertumbuhan Bibit Setek Tanaman Buah Naga Merah (Hylocereus costaricencis (Web) Britton & Ross) Terhadap Pemberian Auksin Alami Dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi. Jurnal Agroteknologi. 3(4):1557–1565.

Sosrosoedirdjo, R., S. Bachtiar, dan R. Iskandar, P. 1992. Ilmu Memupuk 2. CV. Yasaguna. Anggota IKAPI.

Suhastyo. 2011. Analisis Kualitas Kompos Limbah Persawahan dengan Mol Sebagai Dekomposer. Jurnal Online Agroekoteknologi Tropika. 2(4):2301- 6515.

Tan, K.H. 1993. Environmental Soil Science. Marcel Dekker. Inc. New York.

Widawati, S. 2005. Daya Pacu Aktivator Fungi Asal Kebun Biologi Wamena Terhadap Kematangan Hara Kompos, Serta Jumlah Mikroba Pelarut Fosfat Dan Penambat Nitrogen. Biodiversitas, 6(4):240-243.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.