PEMANFAATAN JERAMI PADI (Oryza sativa) DAN KULIT NANGKA (Artocarpus heterophyllus) SEBAGAI PUPUK ORGANIK DENGAN PEMBERIAN DOSIS URIN KAMBING DAN EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4)

Zanuarriansyah Nur Hidayat, A. Zainul Arifin, Sri Hariningsih Pratiwi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dosis urin kambing dan EM4 yang diberikan akan mempercepat proses pengomposan jerami padi dan kulit nangka. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Karang Sentul Rangge Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian tempat ± 4 mdpl, suhu rata-rata 28o – 33oC pada bulan Mei-Juli 2020. Penelitian terdiri dari tiga perlakuan yang diulang sebanyak enam kali dengan perlakuan P1 : 1 kg jerami dan 1 kg kulit nangka + urin kambing 5 ml + EM4 5 ml, P2 : 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml + EM4 10 ml dan P3 : 3 kg jerami dan 3 kg kulit nangka + urin kambing 15 ml + EM4 15 ml.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan P2: 2 kgjerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml + EM4 10 ml menunjukkanhasil yang terbaik pada pengamatan warna akhir pengomposan yaitu coklat kehitaman,  volume penyusutan dan pH tinggi dan tekstur lebih halus dibandingkan perlakuanlainnya. Perlakuan P2: 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml +EM4 10 ml menghasilkan bau seperti tanah, suhu akhir pengomposan 33oC,kelembaban 53%, pH 6,3, warna coklat kehitaman dan berteksturhalus, serta volume penyusutan sebesar 4000 cm3.

Kata kunci: jerami padi, kulit nangka, EM4, urin kambing, pengomposan

Full Text:

PDF

References


Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan. 2019. https://www.timesindonesia .co.id/read/news/232854/produksi-sampahpuluhan-ton-pemkot-pasuruan-sosialisasikan-penanganan-sampah. Diakses pada 11 Oktober 2019.

Gaur, A. C. 1986. A Manual of rural Composting. FAO/UNDP Regional Project Division of Microbiology. Agriculture Institute. New Delhi. Indian.

Indriani, Y.H. 2007. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta. 62 halaman.

Isroi dan Yuliarti. 2009. Kompos Cara Mudah, Murah dan Cepat Menghasilkan Kompos. Lily Publisher. Yogyakarta. 56 Halaman.

Kurniawan, H,H., Sri K dan Ari F. 2014. Pengaruh Penambahan Konsentrasi Microbacter Alfaafa-11 (Ma-11) Dan Penambahan Urea Terhadap Kualitas Pupuk Kompos Dari Kombinasi Kulit Dan Jerami Nangka Dengan Kotoran Kelinci. Halaman 1 – 8.

Kusmiyarti, T.B. 2013. Kualitas Kompos dari Berbagai Kombinasi Bahan Baku Limbah Organik. Fakultas Pertanian Universitas Udayana. AGROTROP 3(1): 83-92.

Shiddieqy M. I. 2013. Sayang, Sampah Organik Tidak Dikomposkan. www. pikiran-rakyat.com. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2013.

Warsidi, E. 2010. Mengolah Sampah Menjadi Kompos. Bekasi Mitra Utama. 82 Halaman.

Widarti, B. N., Wardah, K. W. dan Edhi, S. 2015. Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku Pada Pembuatan Kompos Dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses 5 (2): 75-80.

Widawati, S. 2005. Daya Pacu Aktivator Fungi Asal Kebun Biologi Wamena Terhadap Kematangan Hara Kompos, Serta Jumlah Mikroba Pelarut Fosfat dan Penambat Nitrogen. Biodiversitas 6 (4): 240-243.

Yunus. 2011. Jerami Nangka Bahari. Teknologi Pangan Universitas Pasundan. Bandung. 38 Halaman.

Yurmiati, H. 2012. Kualitas Pupuk Organik Hasil Biokonversi Limbah Peternakan Kelinci. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Bandung. Hal 23-25.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.