PENGARUH PEMUPUKAN ORGANIK DAN NITROGEN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENIKIR (Cosmos caudatus, Kunth.)

Ulin Nuha Amsya, Bambang Sutikno, Sri Hariningsih Pratiwi

Abstract


Kenikir merupakan salah satu jenis sayuran indigenous yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki nilai komersial yang cukut tinggi, akan tetapi masih terbatas pada lokasi tertentu serta belum dikenal dan dikonsumsi masyarakat umum secara luas. Agar dapat tumbuh lebih optimal, tanaman membutuhkan nutrisi yang dapat diberikan melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan organik dan nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kenikir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo pada ketinggian ± 4 m dpl dengan rata-rata curah hujan 2207 mm per tahun dan tanah berstruktur aluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 hingga Februari 2013.

Penelitian perlakuan pemupukan terdiri dari enam perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang empat kali dan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test.

Perlakuan pemupukan 1,5 ton.ha-1 petroganik + 200 kg.ha-1 urea (P4) memberikan hasil total panen lebih tinggi yaitu sebesar 290,69 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 1,5 ton.ha-1 petroganik (P2) memberikan hasil sebesar 261,71 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 2,5 ton.ha- 1 petroganik + 200 kg.ha-1 urea (P5) memberikan hasil sebesar 250,64 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 2,5 ton.ha-1 petroganik (P3) memberikan hasil sebesar 243,78 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 200 kg.ha-1 urea (P1) memberikan hasil sebesar 225,43 g.tanaman-1 dan perlakuan tanpa pemupukan (P0) memberikan hasil terendah sebesar 171,56 g.tanaman-1.

 

Kata kunci: kenikir, petroganik, nitrogen


References


Abas, F., Shaari, K., Lajis, N.H., Israf, D.A. dan Kalsom, Y.U. 2003. Antioxidative and Radical Scavenging Properties of the Constituents Isolated from Cosmos caudatus, Kunth., Nat. Prod. Sciences. 9 (4). 245–248.

Anonymous. 2006. Buku Tahunan Hortikultura Seri : Tanaman Sayuran. Departemen Pertanian. Direktorat Jenderal Hortikultura. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka.

Arifin, Zainal dan Amik Krismawati. 2008. Pertanian Organik Menuju Pertanian Berkelanjutan. Bayumedia Publishing. Malang. 154 hal.

Forth, H. D. 1990. Fundamentals of Soil Science. 8nd ed. John Willey and Sons. New York. 360p.

Gardner, F. P., R. B. Pearce dan R. L. Mitchel. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press. Jakarta.

Kasno, A. 2009. Jenis dan Sifat Pupuk Anorganik. Balai Penelitian Tanah. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp09038.pdf. Diakses pada 25 Juni 2013.

Kusmana dan Suryadi. 2004. Mengenal Sayuran Indijenes. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung. 28 hal.

Leiwakabessy, F. M. dan A. Sutandi. 2004. Pupuk dan Pemupukan. Departemen tanah Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. 208 hal.

Lotulung, Puspa Dewi N., Minarti dan Leonardo B. S. Kardono. 2005. Penapisan Aktivitas Antibakteri, Antioksidan dan Toksisitas Terhadap Larva Udang Artemia salina Ekstrak Tumbuhan Asteraceae. Abstrak, Pusat Penelitian Kimia LIPI.

Muhammad, Hatta, W. Dewayani, Cicu dan Lukman Hutagalung. 1992. Pengaruh Takaran Pupuk kandang dan Kombinasi Pupuk N, P, K Terhadap Produksi Petsai (Brassica pekinensis Rupr.). J. Hortikultura. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2 (3) : 1-5.

Musnamar. 2004. Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta. 71 hal.

Schuzle, E. D. dan M. M. Cadwell. 1995. Ecophysiology of Photosythesis. Springerverlag berlin Heidelberg. Germany. 576 p.

Siregar, A. Fatmah dan W. Hartatik. 2010. Aplikasi Pupuk Organik dalam Meningkatkan Efisiensi Pupuk Anorganik pada Lahan Sawah. Balai Penelitian Tanah. Http://balittanah.litbang.deptan.go.id/dokumentasi/ prosidingsemnas2010/adha%20siregar.pdf. Diakses pada 01 November 2012.

Sjarif, S., H. Widjaja dan Darmawan. 1991. Pengauh Pemberian Kapur, Bahan Organik dan Terak Baja terhadap Kadar P tersedia Andisols. Laporan Penelitian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah.Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 591 hal.

Wijaya, K. A. 2008. Nutrisi Tanaman. Prestasi Pustaka Publisher. Jakarta. 121 hal.

Williams, C. N., J. O. Uzo dan W. T. H. Peregrine. 1993. Produksi Sayuran di Daerah Tropika (terjemahan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 344 hal.

Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media. Yogyakarta.

Yudianto. (2019, October 12). Gandakan Hasil Panen Jamur Tiram Dengan pupuk organik. Mitra Usaha Tani; Mitra Usaha Tani. https://www.mitrausahatani.com/2019/10/kiat-para-petani-jamur-guna-gandakan.html.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.