RESPON DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascolonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KASCING DAN PUPUK ANORGANIK

Idi Afrili Adam, Mohamad Nasirudin, Yudhy Wardhani

Abstract


Penelitian tentang respon dua varietas bawang merah terhadap pemberian pupuk organik kascing dan pupuk anorganik, telah dilaksanakan mulai bulan Juni 2019 sampai Agustus 2019 pada musim kemarau di Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang dengan ketinggian ± 38 m di atas permukaan laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas yang paling respon terhadap pemberian pupuk organik kascing dan anorganik, untuk mengetahui efisiensi pemberian pupuk organik kascing dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan untuk mengetahui interaksi antara varietas tanaman bawang merah dengan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri dari dua varietas yaitu VF (varietas Filipina) dan VB (varietas Bauji), faktor kedua adalah pemberian pupuk organik kascing dan anorganik yang terdiri dari enam level yaitu P1 (100% Kascing dan 0% Anorganik), P2 (100% Kascing dan 25% Anorganik), P3 (100% Kascing dan 50% Anorganik), P4 (100% Kascing dan 75% Anorganik), P5 (100% Kascing dan 100% Anorganik), P6 (0% Kascing dan 100% Anorganik).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Filipina memberikan respon yang lebih baik dari pada varietas Bauji terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering. Perlakuan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan varietas dengan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik.


Kata kunci: bawang merah, pupuk organik kascing, pupuk anorganik
ABSTRACT


Full Text:

PDF

References


Allard, R. W. 2005. Dasar – Dasar Pemuliaan Tanaman. Terjemahan Manna dan Mulyani. Rieka Bina Aksara. Jakarta.

Agusman, A. R. 2004. Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos dan N P K terhadap Serapan K dan Hasil Tanaman Jagung Pada Tanah Entisol. Skripsi. Diunduh pada 8 Oktober 2019.

Ambarwati, E. dan Y. Prapto. 2003. Keragaan Stabilitas Hasil Bawang Merah. Ilmu Pertanian. 10 (2):1-10.

Anonim. 2017. Meningkatkan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanaman Bawang Merah Jawa Timur. http://pertanian.jatimprov.go.id/images/PDF/RKT/RKT%202016%20oke.pdf. Diunduh pada April 2019.

Azmi, C., I. M. Hidayat dan G. Wiguna. 2011. Pengaruh varietas dan Ukuran Umbi Terhadap Produktivitas Bawang Merah. J. Holtikultura. 2(3): 206-2013.

Dwijosapoetro, D. 1985. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedia. Jakarta. 45 hal.

Harjadi, SS. 1979. Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta

Hanolo, W. 2003. Tanggapan Tanaman Selada dan Sawi terhadap Dosis dan Cara Pemberian Pupuk Cair Stimulan. J. Agrotropika. 1 (1): 25-29.

Hidayatullah, M. 2005. Respon Dua Varietas Bawang Merah (Alium ascolanicum L.) terhadap Imbangan Pemberian Pupuk Organik dan Anorganik. Skripsi. Jember.

Mulat, T. 2003. Membuat dan Memanfaatkan Kascing Pupuk Organik Berkualitas. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Pracaya. 2002. Bertanam Sayuran Organik di Kebun dan Pot. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahayu, E dan Berlian N. 2002. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rukmana, R. 1994. Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta.

Sarathi. P. 2011. Effect of Seedling Age on Tillering Pattern and Yield of Rice (Oryza sativa L.) Under System of Rice Intensification. ARPN Journal of Agriculture and Biological Science. 6 (11):67-69.

Sitompul, S. dan Guritno, B. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. UGM Press: Yogyakarta.

Sumarni, N. et al. 2012. Pengaruh Varietas, Status K-Tanah dan Dosis Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan, Hasil Umbi dan Serapan hara K terhadap Bawang Merah. J. Holtikultura. 22(3)

Sunarjono, H. dan Soedomo P. 1983. Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonicum). Sinar Baru. Bandung.

Sutanto, R. 2002b. Pertanian Organik. Kanisius, Yogyakarta.

Yetti, H. dan Evawani E. 2008. Penggunakan Pupuk Organik dan KCL pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). J. Sagu. 7(1): 13-8.

Wahyudin. 2005. Petani dan Keterbelakangannya. Citra Aditya Bhakti. Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.