Analisis Penyebab Rendahnya Produksi Gula Merah Siwalan di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep
DOI:
https://doi.org/10.51213/jamp.v7i2.89Keywords:
Nira siwalan, Gula merah, Diagram fishbone, sap siwalan, brown sugar, fishbone diagramAbstract
Pohon siwalan memberikan manfaat yang besar bagi sebagian besar petani di Desa Karduluk, dari pohon inilah penghasilan diperoleh dengan cara menyadap mayang siwalan sehingga keluar air nira yang kemudian diolah menjadi gula merah yang banyak diminati oleh konsumen sebagai bahan tambahan makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya produksi gula merah dan menemukan strategi dalam mengatasi faktor penyebab menurunnya produksi gula merah. Penentuan sampel menggunakan snowball sampling dan metode analisis data yang digunakan adalah diagram fishbone dengan pendekatan kualitatfi deskriptif. Hasil penelitian menemukan terdapat tiga akar penyebab menurunnya produksi gula merah yaitu pekerja (tidak ada penerus sebagai penyadap dan pengolah), bahan baku (kapasitas produksi harian terbatas), dan teknik pengolahan (teknik penyadapan dan pengolahan nira siwalan masih tradisional). Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menumbuhkan minat pemuda sebagai generasi penerus pada pertanian dengan meningkatkan nilai tambah, melakukan pemasaran lewat media sosial dan aplikasi starup. Menciptakan bibit siwalan hasil kultur jaringan berumur genjah dan pendek serta penggunaan peralatan yang lebih modern untuk efisiensi dan peningkatan produksiReferences
Abdurahman, M. N., Musa, N., & Pembengo, W. (2012). Pengaruh giberelic acid terhadap perkecambahan embrio kelapa genjah salak. Jatt, 1(2), 74–80.
Bakri, Daga, R., & Samad, A. (2022). Analisis Manajemen Resiko dan Dampak Ekonomi pada Petani Gula Merah di Desa Mangkawani. Jurnal Sains Manajemen Nitro, 1(1), 1–17. https://doi.org/10.56858/jsmn.v1i1.76
Hutami, R., Pribadi, M. F. I., Nurcahali, F., Septiani, B., Andarwulan, N., Sapanli, K., Zuhud, E. A. M., Al Manar, P., Ichsan, N., & Wahyudi, S. (2023). Proses Produksi Gula Aren Cetak (Arenga pinnata, Merr) Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 5(2), 119–130. https://doi.org/10.30997/jiph.v5i2.10237
Kuswarak, K., Nuzleha, N., Yamin, Y., & Saputra, A. I. (2020). Pendampingan Petani Gula Aren Sawit di Desa Roworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 337–342. https://doi.org/10.24967/psn.v1i1.849
Maksum, Fajariyah, R., & Fajriyah, R. N. (2023). Pemberdayaan Petani Gula Aren. ABDIANDAYA, 1(1), 1–15.
Puspaningtyas, A., & Suprayitno, A. A. (2021). Pemberdayaan Umkm Untuk Meningkatkan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 Di Tuban. Reformasi, 11(2), 217–225. https://doi.org/10.33366/rfr.v11i2.2732
Rosliana, E., Sulistyowati, D., & Pradiana, W. (2020). Minat Pemuda Tani Pada Usahatani Sayuran Semusim di Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 15(2), 31–43. http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/19542
Sustiyana, Syafrial, & Purnomo, M. (2013). Analisis Supply Chain Dan Efisiensi Pemasaran Gula Siwalan Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Kasus Di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep). Habitat, 24(2), 545–555. https://www.slideshare.net/ALBICEE/lembar-observasi-siswa-50178674
Yudho, F. H. P. (2021). Peningkatan Mutu Dan Pemasaran Gula Aren. Journal of Empowerment, 2(1), 150. https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1231













