DAMPAK PEMANFAATAN GANGGANG HIJAU (Hydrilla verticillata) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascolanicum L.)

Retno Tri Purnamasari, Sri Hariningsih Pratiwi, Ika Nur Isnaini

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk alga hijau yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang optimal. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Jl. Sultan Agung Kel. Purutrejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan pada ketinggian 4,5 m dpl pada bulan Agustus – Desember 2019. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dengan perlakuan sebagai berikut: P0: kontrol (pupuk anorganik), P1: dosis alga hijau 10 ton ha-1, P2: dosis alga hijau 15 ton ha-1, P3: dosis alga hijau 20 ton ha-1.

Hasil penelitian menunjukan pemberian alga hijau segar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Perlakuan alga hijau dosis 10 ton ha-1 memberikan hasil lebih tinggi pada semua parameter pengamatan.

 

Kata kunci : alga hijau, hasil, bawang merah, pupuk hijau


Full Text:

PDF

References


Adiningsih, J. S. 2005. Peranan Bahan Organik Tanah dalam Meningkatkan Kualitas dan Produtivitas Lahan Pertanian. dalam Materi Workshop dan Kongres Nasional II Maporina. Sekretariat Maporina. Jakarta.

BPS. 2015. Data Produksi Bawang Merah. http://www.bps.go.id. Diakses 10 Oktober 2019.

Brewster, L. 2008. Onions and Other Vegetable Allium. Edisi kedua. CAB International. Oxfordshire.

Burtin, P. 2006. Nutritional Value of Seaweed. Electronic J. Environ. Agric. Food Chem 5 (3): 6.

Gunadi, N. 2009. Kalium Sulfat dan Kalium Klorida sebagai Sumber Pupuk Kalium pada Tanaman Bawang Merah. J. Hortikultura. 19(2): 174-185.

Jumin, H. B. 1992. Dasar-Dasar Agronomi. PT Raja Grapindo Persada. Jakarta.

Kawaroe, M. dan Protono. T. 2010. Mikro Alga Potensi dan Pemanfaatanya untuk Produksi Bio Bahan Bakar. IPB Press.

Lakitan, B. 2010. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 205 hal.

Marwan, et al. 2017. Pemanfaatan hydrilla verticillata (l.f.) Royle sebagai pupuk hijau untuk memacu pertumbuhan Bibit kakao (theobroma cacao L.). Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma. 10 hal.

Rahayu, S. 2012. Respon Aplikasi Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas. J. Agroteknologi. 13(1): 50-57.

Raminda, A. D. 2018. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Alkalis Terhadap Respirasi Tanah pada Pertanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Ketinggian 500 mdpl Kabupaten Tanggamus. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung. 53 hal.

Rondonuwu, S. B. 2014. Fitoremediasi Limbah Merkuri Menggunakan Tanaman dan Sistem Reaktor. Ilmiah Sains. 14(1): 52–60.

Anton nurbowo. (2015, March 21). Manfaat chlorella sebagai aditif untuk pakan unggas. Anton Nb. https://www.anton-nb.com/2015/03/manfaat-chlorella-sebagai-aditif-untuk.html

Sutedjo, M. M. 2008. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Tandi, O.G, J. Paulus dan A. Pinaria. 2015. Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Berbasis Aplikasi Biourine Sapi. Eugania. 21 (3): 142-150.

Waluyo. N dan R. Sinaga. 2015. Bawang Merah yang dirilis oleh Balai Penelitian Sayuran. Iptek Tanaman Sayuran No. 004.

Wulandari, W., et al. 2016. Pengaruh Pupuk Organik dalam Mengefisienkan Pupuk Nitrogen untuk Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum L.). Agrotechnology Departement, Agriculture Faculty, University of Riau. 13 hal.

Wulandari, W., Idwar dan Murniati. 2016. Pengaruh Pupuk Organik dalam Mengefisienkan Pupuk Nitrogen untuk Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). JOM FAPERTA. 3 (2): 1-13.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.