EFEK PEMANGKASAN PUCUK BIBIT DAN DOSIS NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.)

Ade Irma Yuda, Retno Tri Purnamasari, Sri Hariningsih Pratiwi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemangkasan pucuk bibit dan dosis nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari - Agustus 2018 di lahan sawah Desa Gondang Wetan Kec. Gondang Wetan Kab. Pasuruan pada ketinggian tempat ± 5 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yang masing-masing diulang enam kali. Perlakuan yang diuji adalah pemangkasan pucuk bibit yang dikombinasikan dengan berbagai dosis unsur hara nitrogen (ZA), dengan empat level yaitu: Po= tanpa pemangkasan + ZA 800 kg haˉ¹ (kontrol), P₁= Pemangkasan + ZA 700 kg haˉ¹, P₂= Pemangkasan + ZA 800 kg haˉ¹ dan P₃= Pemangkasan + ZA 900 kg haˉ¹.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemangkasan pucuk bibit yang dikombinasikan dengan pemupukan nitrogen berupa pupuk ZA berpengaruh nyata pada komponen pertumbuhan dan hasil. Hasil bobot segar buah hektar-1 yang lebih tinggi terdapat pada perlakuan pangkas+ZA 800 kg ha-1 yaitu sebesar 13,45 ton ha-1, diikuti oleh perlakuan pangkas+ZA 700 kg ha-1 sebesar 12,81 ton ha-1, perlakuan pangkas+ZA 900 kg ha-1 sebesar 12,06 ton ha-1 dan perlakuan tanpa pangkas+ZA 800 kg ha-1 menghasilkan bobot segar buah sebesar 11,33 ton ha-1.


Kata kunci: cabai, nitrogen, pemangkasan, hasil


Full Text:

PDF

References


Anonimous 2018. https://id.wikipedia. org/wiki/Auksin. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2018.

Badan Pusat Statistik. 2014. Produksi Cabai Besar, Cabai Rawit dan Bawang Merah Angka Tetap (Atap) Tahun 2013. Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Timur. 56 (12): 1-8.

Gardner, F. P R, B. Pearce dan R. I. Mitchell. 1999. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia-Press Jakarta. Hal 174-335.

Leiwakabessy, F.M., U.M. Wahjudin dan Suwarno. 2003. Kesuburan Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. 243 hal.

Lingga dan Marsono. 2004. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Redaksi Agromedia. Jakarta.

Maria K., S. Yopy I. dan Yosefina L. 2015. Kajian Pemangkasan Tunas Apikal dan Pemupukan KNO3 Terhadap Hasil Tanaman Tomat. Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Nasaruddin. 2010. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Penerbit Yayasan Forest Indonesia dan Fakultas Pertanian Unhas. Makassar.

Nurdin. 2011. Antisipasi Perubahan Iklim untuk Keberlanjutan Ketahanan Pangan. J. Dialog Kebijakan Publik Edisi IV. Gorontalo.

Pane, S.I., Mawarni L. dan Irmansyah, T. 2013. Respons Pertumbuhan Kedelai Terhadap Pemangkasan dan Pemberian Kompos TKKS pada Lahan Ternaungi. J. Online Agroekoteknologi 2(1): 393–401.

Prajnanta, F. 2001. Agribisnis Cabai Hibrida. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setiadi. 2000. Bertanam Cabai. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sunarjono, H. 2009. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sutrisno dan Wijanarko. 2016. Respons Tanaman Kedelai terhadap Waktu Pemangkasan Pucuk. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian. Malang.

Taufik I, S Suparjono, A Mudjiharjati. 2013. Kemampuan Dosis Pupuk ZA dan Waktu Pewiwilan Tunas Lateral Terhadap Hasil dan Kualitas Cabai Besar. Berkala Ilmiah Pertanian 1(1): 1-3.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.