Pengaruh Berbagai Jenis Naungan Terhadap Intensitas Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Cabai

Authors

  • Firas Fadhielah Fikri Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • R. Arif Malik Ramadhan Program Studi Agroteknologi Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya http://orcid.org/0000-0003-0137-4904
  • Nasrudin Nasrudin Universitas Perjuangan Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.51213/jamp.v9i2.155

Keywords:

Cabai, Intensitas Serangan, Naungan, Organisme pengganggu Tanaman, Produktivitas, Attack Intensity, Chili Peppers, Plant Pests, Productivity, Shade

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Perubahan iklim yang ekstrim dapat mempengaruhi keberadaan hama dan penyakit tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis naungan terhadap intensitas serangan OPT serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Kereteg Kidul, Kec. Jamanis, Kab. Tasikmalaya pada bulan April sampai Agustus 2025. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan empat perlakuan naungan, diantaranya tanpa naungan, naungan 45%, 75%, dan 95%. Masing-masing perlakuan lima kali. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan OPT, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, warna daun, dan jumlah buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan berpengaruh signifikan terhadap intensitas serangan OPT, intensitas serangan tertinggi terjadi pada naungan 95%. Pemberian naungan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai, seperti pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, warna daun dan hasil buah, sehingga naungan 75% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil buah cabai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan naungan dapat menjadi strategi efektif dalam pengelolaan OPT dan meningkatkan produktivitas tanaman cabai.

References

Agustina, R. (2019). Pengaruh naungan (Rain Shelter) pada budidaya bawang merah off-season di lahan gambut. Prosiding Temu Teknis Jabatan Fungsional Non Peneliti. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA). Malang. Hal 209-214.

Aji, T. M., Hartono, S., & Sulandari, S. (2015). Pengelolaan kutu kebul (Bemisia tabaci Gen.) dengan sistem barier pada tanaman tembakau. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 15(1), 6–11.

Andini, C., & Yuliani, Y. (2021). Pengaruh pemberian naungan terhadap pertumbuhan tanaman pokcoy (Brassica chinensis L.) di dataran rendah. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 9(2), 105–108.

Ardiani, R. (2024). Penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. (Internet) https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/48_penyakit-antraknosa-pada-tanaman-cabai

Badan Pusat Statistik. (2023). Produksi tanaman sayuran menurut provinsi dan jenis tanaman, 2023.

Dewi, R. K., & Ginardi, R. V. H. (2014). Identifikasi penyakit pada daun tebu dengan gray level co-occurrence matrix dan color moments. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 1(2), 70-77.

Djuhari, D., Retnaningdyah, C., Yanuawiadi, B., & Arisoesilaningsih, E. (2019). Structural model of anthracnose disease (Colletotrichum Gloeosporioides) and red chili production in five production centers in East Java, Indonesia. EurAsian Journal of BioSciences, 13, 15775-1582.

Handriawan, A., Weny Respatie, D., & Tohari. (2016). Pengaruh intensitas naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tiga kultivar kedelai (Glycine max L). Vegetalika, 5(3), 1–14.

Hayati, H., Basri, H., & Husni. (2014). Pengaruh jenis mulsa dan intensitas naungan terhadap perkembangan penyakit Antraknosa dan hasil cabai (Capsicum annum). Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 3(2), 489–495.

Istianah, I., Kalsum, U., Ramdan, E. P., & Warip. W. (2025). Perbedaan intensitas naungan dan varietas terhadap serangan hama dan penyakit pada tanaman stroberi (Fragaria L). Jurnal Pertanian Presisi, 9(1), 35–49.

Jay, S. (2024). How to Identify, Treat, and Prevent Cercospora Leaf Spot. (Internet) https://www.epicgardening.com/cercospora-leaf-spot/

Karuniasari, N. K. H., Sutarno, & Kristanto, B. A. (2023). Pengaruh intensitas naungan dan konsentrasi triakontanol yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah besar. Jurnal Agroteknologi, 8(1), 214–225.

Khoiriyah, R., Musa, N., Husain, I., & Apriliani, S. (2023). Pengaruh tingkat ketinggian naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.). Jatt, 12(2), 73–80.

Lathifah, A., & Jazilah, S. (2018). Pengaruh intensitas cahaya dan macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi putih (Brassica pekinensia L). Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(1), 1–7.

Lingitubun, R. K., Mangera, Y., & Wahida. (2019). Pengaruh naungan dan pupuk kandang terhadap iklim mikro dan pertumbuhan tanaman cabai di tanah pasiran. Musamus AE Featuring Journal, 2(1), 16–27.

Meilin, A. (2014). Hama dan penyakit pada tanaman cabai serta pengendaliannya. Jambi:Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. 20p.

Naura, A., & Riana, F. D. (2018). Dampak perubahan iklim terhadap produksi dan pendapatan usahatani cabai merah (Kasus di Dusun Sumberbendo, Desa Kucur, Kabupaten Malang). Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 2(2), 147–158.

Pattiwael, M. (2018). Analisis tingkat kerusakan tanaman jati (Tectona grandis L.f) akibat serangan hama di kelurahan klamalu distrik mariat Kabupaten Sorong. Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian Dan Kehutanan, 5(2), 89–96.

Prabaningrum, L., & Moekasan, T. K. (2022). Ulat Grayak, Spodoptera Litura spp: Hama Polifag, Bioekologi dan Pengendaliannya. Jakarta:IAARD PRESS. 102p.

Prabaningrum, L., & Moekasan, T. (2014). Pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan utama pada budidaya cabai merah di dataran tinggi. J. Hort, 24(2), 179–188.

Prasetyo, A. D., & Agustinur. (2022). Inventarisasi penyakit pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) di kebun warga. Jurnal Agrotek Lestari, 8(1), 70–75.

Ramadhan, A. F., & Hariyono, D. (2019). Pengaruh pemberian naungan terhadap pertumbuhan dan hasil pada tiga varietas tanaman stroberi (Fragaria chiloensis L.). Jurnal Produksi Tanaman, 7(1), 1–7.

Ramadhan, R. A. M., Amalia, D. N., Permana, I., & Rahmatullah, P. (2023). Inventory of Chili Pests and Diseases in Kabandungan Sub-District, Sukabumi Regency. JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science, 5(2), 84–89. https://doi.org/10.25077/jijcs.5.2.44-49.2023

Rusman, W. (2024). Mengenal Bioekologi Ulat Grayak Spodoptera litura. Dinas Pertanian.https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/36_mengenal-bioekologi-ulat-grayak-spodoptera-litura.

Suci, C. W., & Heddy, S. (2018). Pengaruh intensitas cahaya terhadap keragaan tanaman puring (Codiaeum variegetum). Jurnal Produksi Tanaman, 6(1), 161–169.

Sugiarto, A. (2023). Fungsi Paranet untuk Melindungi Tanaman dari Intensitas Cahaya Matahari. Golden Farm 99. https://store.goldenfarm99.com/mengenal-paranet-fungsi-jenis/#:~:text=Salah satu fungsi utamanya adalah,net polietilen dengan kerapatan 50%25.

Sumarni, N., & Rosliani, R. (2010). Pengaruh naungan plastik transparan , kerapatan tanaman , dan dosis N terhadap produksi umbi bibit asal biji bawang merah. Jurnal Holtikultira, 20(1), 52–59.

Syafutri, A., Ali, F., Rahhutami, R., Kartina, R., & Darma, W. A. (2024). Pengaruh naungan dan pupuk organik hayati cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.). Journal of Horticulture Production Technology, 2(1), 39–52

Published

20-12-2025

How to Cite

Fikri, F. F., Ramadhan, R. A. M., & Nasrudin, N. (2025). Pengaruh Berbagai Jenis Naungan Terhadap Intensitas Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Cabai. Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 9(2), 135–143. https://doi.org/10.51213/jamp.v9i2.155

Issue

Section

Prodi Agroteknologi