Aplikasi Pupuk Organik Limbah Ikan Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.)
DOI:
https://doi.org/10.51213/jamp.v9i2.144Keywords:
Bawang merah, Bioaktivator, Limbah ikan, Pupuk organik, Rebung bamboo, Bamboo shoot, Fish waste, Organic fertilizer, ShallotAbstract
Bawang merah merupakan salah satu sayuran penting yang umum digunakan sebagai bumbu dapur. Â Produktivitasnya di Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Di Provinsi Bengkulu, tingkat produksi bawang merah masih sangat rendah, hanya menyumbang sekitar 0,03% dari total produksi nasional, sementara permintaan lokal cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan produksi bawang merah, salah satunya melalui pemanfaatan pupuk organik berbahan dasar limbah ikan yang diperkaya dengan bioaktivator rebung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pupuk organik limbah ikan yang dibuat dengan menggunakan bioaktivator rebung bambu serta menganalisis pengaruh dosis pupuk organik limbah ikan yang dibuat dengan bioaktivator rebung bambu yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIHAZ di Kota Bengkulu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dalam tiga ulangan. Faktor yang diuji adalah dosis pupuk (D0, D1, D3, dan D4 ton/ha). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bioaktivator rebung memberikan kualitas pupuk organik yang memenuhi standar SNI. Dosis optimal yang dianjurkan adalah 30 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yaitu 7,06 ton/ha bawang merah kering.References
Amir, B. (2021). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) terhadap Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang. Dewantara Journal of Technology, 2(1), 54–59.
Arifin, A. Z., Sulistyawati, S., & Budiman, A. (2023). Respon Tanaman Sawi Pahit (Brassica juncea L) terhadap Pupuk Organik Cair (POC) dengan Bioaktivator MOL Rayap. Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 7(1), 17–21. https://doi.org/10.51213/jamp.v7i1.84
BPS. (2022). Distribusi Perdagangan Komoditas Bawang Merah 2022 Indonesia. In Badan Pusat Statistik.
Gomez, K. A., & Gomez, A. A. (1984). Statistical Procedures for Agricultural Research (10th ed.). John Wiley & Sons, Inc.
Hairuddin, R., & Ariani, N. P. (2017). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang (Musa sp.) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Perbal, 5(3), 31–40.
Hakim, T. (2020). Peningkatan Produksi Bawang Merah Dengan Pemanfaatan Limbah Pertanian: Monograf. Detak Pustaka.
Hasibuan, I. (2020). Pertanian Organik: Prinsip dan Praktis. Tidar Media.
Hasibuan, I. (2021). Teknologi Pupuk Organik (1st ed.). Global Aksara Pres.
Hasibuan, I. (2023). Rancob: Lebih Mudah dengan SAS. Tidar Media.
Hasibuan, I., Aryani, F., & Puspitasari, M. (2022). Aplikasi Pupuk Organik Limbah Ikan Rucah Meningkatkan Produksi Tanaman Jagung Manis. Jurnal Agroqua, 20(1), 95–104. https://doi.org/10.32663/ja.v
Hermawan, A., Wanitri, R., Safani, N., & Prayitno, B. (2025). Pengaruh asam humat-biochar dan pupuk SP36 terhadap hara P, serapan P, pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau pada ultisol. AGRICA, 18(1), 150–162.
Kementan. (2019). Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 Tentang Persyaratan Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah (pp. 1–18). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kurnia, I., Aryani, F., & Hasibuan, I. (2023). Respon Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium cepa L) Akibat Aplikasi Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Rucah. Jurnal Agriculture, 18(2), 139–152.
Marlina, D., Prihanani, P., & Hasibuan, I. (2023). Pemanfaatan Gulma Kangkung Laut (Ipomoea pes-caprae) sebagai Pupuk Organik untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.). Jurnal Produksi Tanaman, 11(07), 472–477. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2023.011.07.07
Pratiwi, R. D., & Arifin, S. (2023). Increasing The Growth And Yield of Green Lettuce (Lactuca sativa L.) With Fish Waste Liquid Organic Fertilizer. Nabatia, 11(1), 20–27. https://doi.org/10.21070/nabatia.v11i1.1619
Puspitasari, M., & Hasibuan, I. (2020). Pembuatan Bioaktivator MOL dengan Bahan Tanah Dekat Bambu.
Rohma, E. W., & Sumarni, T. (2024). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Npk Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Benih. PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science, 09(1), 89–103. https://doi.org/10.21776/ub.jpt.2024.009.1.10
Sari, R., Warganda, & Listiawati, A. (2024). Respon pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap pemupukan Kalian dan kalsium pada tanah gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator, 6(2), 558–564.
Sheoran, H. ., Kakar, R., Kumar, N., & Seema. (2019). Impact of organic and conventional farming practices on soil quality: A global review. Applied Ecology and Environmental Research, 17(1), 951–968.
Sridanti, I. L., Sabilu, Y., Takdir, N., & Melati, R. (2024). Fisiologi Tumbuhan.
Sumarna, A., Irianto, I., & Ichwan, B. (2024). Respons tanaman bawang merah terhadap pemberian plant growth promoting rhizobacteria dan pupuk NPK 15-10-12. Jurnal AGRO, 11(1), 75–90. https://doi.org/10.15575/34157
Wulandari, W., Idwar, & Murniati. (2016). Pengaruh Pupuk Organik dalam Mengefisienkan Pupuk Nitrogen untuk Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). JOM Faperta, 3(2), 1–13.













