Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Gaviota 63 Pada Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Lasiantera (J.J. Smith) Pada Budidaya In Vitro

Authors

  • Vidi Candra Romadhon Universitas Islam Balitar
  • Tri Endrawati Universitas Islam Balitar
  • Palupi Puspitorini Universitas Islam Balitar
  • Army Dita Serdani Universitas Islam Balitar

DOI:

https://doi.org/10.51213/jamp.v9i2.138

Keywords:

Anggrek Dendrobium, Konsentrasi, Murashige, Skoog, Pupuk daun, Dendrobium orchids, Concentrate, Foliar fertilizer

Abstract

Pengembangan anggrek di Indonesia terkendala oleh ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu singkat, karena masih banyak menggunakan teknik tradisional. Perbanyakan anggrek melalui metode budidaya in vitro merupakan solusi yang bisa dilakukan. Murashige & Skoog (MS) merupakan media utama yang sering digunakan pada budidaya in vitro, namun memiliki harga relatif mahal sehingga perlu upaya media alternatif dengan bahan dasar yang relatif lebih terjangkau, salah satunya adalah pupuk daun. Pupuk daun mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, sehingga diharapkan dapat menjadi bahan media alternatif pengganti MS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Gaviota 63 serta mengetahui konsentrasi terbaik pupuk Gaviota 63. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola sederhana, terdiri dari 6  perlakuan yaitu, A = 1/2 MS (2,21 g), B = 0,20 Gaviota 63, C = 0,40 g Gaviota, D =  0,60 g Gaviota 63, E = 0,80 g Gaviota 63, dan  F = 1 g Gaviota 63. Uji lanjutan menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncan taraf nyata 5%. Parameter yang diamati, tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas, panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot basah keseluruhan planlet. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh konsentrasi nutrisi berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi planlet pada umur (6 MSK, 9 MSK, dan 12 MSK), jumlah tunas pada umur (12 MSK) dan jumlah akar planlet. Diperoleh konsentrasi pupuk daun Gaviota 63 yang terbaik adalah konsentrasi 1 g (F).

References

Amalia, L., R.W. Adi, dan K.R. Indriana. 2021. Penggunaan Konsentrasi Ab Mix dan Vitamin B1 Terhadap Perbanyakan Planlet Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola secara In Vitro. J. Agrotek Indonesia. 54(6): 49–54.

Assagaf, M. H. 2012. 1001 Species Anggrek Yang Dapat Berbunga diIndonesia.Jakarta: Kataelha.

Basri, A. H. H. 2016. Kajian pemanfaatan kultur jaringan dalam perbanyakan tanaman bebas virus. Agro Ekstensia. 10(1): 64-73.

Burhan, N., Sudarsono, S., & Riyadi, I. (2005). Pengaruh suhu dan kelembapan terhadap pertumbuhan planlet dalam kultur in vitro. Jurnal Agrobiogen, 1(2), 45–52.

Erisa, R., S. Nurliana, D. Satriawan, and R.R. Sri Astuti. 2022. Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) ke-VII 2022 | 83 Pengaruh Konsentrasi 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dan Media Murashige & Skoog (MS) Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Subkultur Anggrek Dendrobium sp. WOO LENG Secara In Vitro. : 83–93.

George, E. F., Hall, M. A., & De Klerk, G.-J. (Eds.). (2008). Plant propagation by tissue culture (3rd ed.). Springer.

Hartati, S., A. Budiyono, and O. Cahyono. 2016. Pengaruh Naa Dan Bap Terhadap Pertumbuhan Subkultur Anggrek Hasil Persilangan Dendrobium biggibum x Dendrobium liniale. Caraka Tani J. Sustain. Agric. 31(1): 33. doi: 10.20961/carakatani.v31i1.11938.

Musyarraf, M. F., Hidayat, R., & Anwar, T. (2022). Pengaruh unsur hara N, P, dan K terhadap pertumbuhan akar tanaman sayuran secara hidroponik. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(3), 210–218.

Nadhiroh, L. A., Nurhidayati, L., & Hariadi, B. (2023). Pengaruh Media dan Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium pada Tahap Aklimatisasi. Jurnal Ilmu Pertanian AGRIVET, 7(2), 78–84. Diakses dari: https://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/agrivet/article/view/6028.

Nasution, L.Z., E.D. Manurung, M. Hasibuan, and M.A. Hardayani. 2021. Membangun Sinergi antar Perguruan Tinggi dan Industri Pertanian dalam Rangka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Semin. Nas. dalam Rangka Dies Natalis ke-45 UNS Tahun 2021 5(1): 245–252.

Pratama, J & Nilahayati. (2018). Modifikasi Media MS dengan Penambahan Air Kelapa untuk Subkultur I Anggrek Cymbidium. Jurnal Agrium 15 (2):96-109.

Putri, A. D., & Hartono, B. (2020). Pengaruh dosis pupuk cair terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman hortikultura. Jurnal Agroteknologi, 14(2), 85–92.

Safina A., Emalya M. M., & Kurniawati H. (2025). Pengaruh Variasi Pemberian Pupuk Daun Gaviota 63

Salisbury, F. B., & Ross, C. W. (1995). Plant physiology (4th ed.). Wadsworth Publishing Company.

Setiawati, T., Zahra, A., Budiono, R., & Nurzaman, M. (2018). Perbanyakan In Vitro Tanaman Kentang (Solanum tuberosum [L.] cv. Granola) Dengan Penambahan Meta-Topolin Pada Media Modifikasi MS (Murashige & Skoog). Jurnal Metamorfosa V (1): 44-50

Sulichantini, E. D., & Primawati, A. Q. (2024). Respon Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium (Dendrobium Ira Veronica) terhadap Penambahan Pupuk Daun Gaviota pada Media Tanam Berbeda. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 7(1), 34–41.

Taiz, L., & Zeiger, E. (2010). Plant Physiology (5th ed.). Sinauer Associates.

Thorpe, T. A. (2007). History of plant tissue culture. Molecular Biotechnology, 37(2), 169–180.

Ziraluo, Yan Piter B. "Metode perbanyakan tanaman ubi jalar ungu (Ipomea batatas poiret) dengan teknik kultur jaringan atau stek planet." Jurnal inovasi penelitian 2.3 (2021): 1037-1046.

Published

20-12-2025

How to Cite

Romadhon, V. C., Endrawati, T., Puspitorini, P., & Serdani, A. D. (2025). Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Gaviota 63 Pada Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Lasiantera (J.J. Smith) Pada Budidaya In Vitro. Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 9(2), 76–83. https://doi.org/10.51213/jamp.v9i2.138

Issue

Section

Prodi Agroteknologi