Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
DOI:
https://doi.org/10.51213/jamp.v9i1.127Keywords:
Fermentasi organik, Limbah dapur, Pertumbuhan vegetatif, Ramah lingkungan, Sayuran daun, Organic fermentation, Kitchen waste, Vegetative growth, Environmentally friendly, Leafy vegetablesAbstract
Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam pertanian modern menimbulkan dampak negatif terhadap kesuburan tanah dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC dari nasi basi terhadap pertumbuhan tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) serta menentukan konsentrasi POC yang paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yang dilaksanakan selama 12 hari di Rumah Kaca FMIPA Universitas Negeri Medan. Empat perlakuan konsentrasi POC diterapkan (0%, 15%, 25%, dan 35%) dengan parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Keunikan penelitian ini terletak pada pemanfaatan nasi basi sebagai bahan dasar POC yang masih jarang dikaji pada budidaya bayam merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 35% memberikan hasil paling optimal dengan rata-rata tinggi tanaman 10,2 cm dan panjang akar 2,3 cm, dibandingkan kontrol yang hanya mencapai 5,8 cm dan 1,1 cm. Namun, jumlah daun tidak menunjukkan perbedaan signifikan di antara perlakuan. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa fermentasi nasi basi seperti asam amino dan enzim mendukung peningkatan pertumbuhan tanaman. Disimpulkan bahwa POC dari nasi basi berpotensi sebagai pupuk alternatif yang ramah lingkungan dan efektif. Disarankan penelitian lanjutan dilakukan dengan uji mikrobiologis untuk mengidentifikasi mikroba dominan dalam POC.References
Ali, A., Liu, X., Yang, W., Li, W., Chen, J., Qiao, Y., Gao, Z., & Yang, Z. (2024). Impact of bio-organic fertilizer incorporation on soil nutrients, enzymatic activity, and microbial community in wheat–maize rotation system. Agronomy, 14(9), 1942.
Badaria, & Galib, A. (2024). Pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC) air leri terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Jurnal Agroteknologi Unidayan, 10(1), 39–47.
Ede, S. G., Munir, A., & Juni, D. A. R. (2024). Pengaruh pemberian nasi basi sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Alumni Pendidikan Biologi, 8(4), 288–298.
Fahruddin, & Sulfahri. (2019). Pengaruh molase dan bioaktivator EM4 terhadap kadar gula pada fermentasi pupuk organik cair. Jurnal Biologi Makasar, 4(2), 138–144.
Fauziah, H. D., & Amril, L. O. (2022). Pupuk cair dari nasi sisa untuk mengembangkan budidaya cabai di Desa Gunungputri. EDUCIVILIA, 3(2), 157–162.
Hamzah, A., & Siswanto, B. (2023). Pupuk organik. Malang: Forind.
Mariam, M., & Insani, A. N. (2025). Potential for developing liquid organic fertilizer from agricultural, plantation, and livestock waste through ecodesign. Hasanuddin Journal of Animal Science, 6(2), 114–125.
Nurdjannah. (2024). Pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik. Sumatera Barat: Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.
Paiman. (2022). Pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Yogyakarta: UPY Press.
Riyanto, D., Dudi, & Hernaman. (2024). Peningkatan kualitas Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar urine sapi dengan pemberian molase dan EM4: Suatu kajian pustaka. Jurnal Majalah Ilmiah Peternakan, 27(1), 50–53.
Sembiring, R., Sinaga, R., & Zega, R. (2023). Respon pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor) oleh pemberian POC hasil fermentasi kulit buah pisang lilin. Jurnal Agroteknosains, 7(2), 252–261.
Widowati, L. R., Hartatik, W., Setyorini, D., & Trisnawati, Y. (2022). Pupuk organik: Dibuatnya mudah, hasil tanam melimpah. Bogor: Kementerian Pertanian Republik Indonesia













